Analisis Faktor Penyebab Keluhan Heat Strain pada Pekerja yang Terpajan Panas: Kajian Literatur

Authors

  • Anggi Nasution Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  • Hendra Djamalus Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70304/jmsi.v5i02.119

Keywords:

Pajanan panas, Heat strain, Keluhan heat strain, Tekanan panas

Abstract

Pajanan tekanan panas yang ekstrem di lingkungan kerja dapat menyebabkan heat strain, sebuah respons fisiologis yang membahayakan kesehatan dan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keluhan heat strain akibat pajanan tekanan panas pada pekerja melalui tinjauan literatur secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan desain studi cross-sectional dengan protokol skrining PRISMA. Dari 4.497 literatur awal di PubMed, Safety Science, dan Google Scholar dilakukan penyaringan berdasarkan kriteria rentang tahun 2019–2025, duplikasi, relevansi variabel, dan ketersediaan akses terbuka (Open Access). Dengan hasil akhir terpilih 9 jurnal yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Analisa dari beberapa literasi yang ada menunjukkan bahwa tekanan panas lingkungan, beban kerja fisik yang berat, dan durasi kerja memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian heat strain. Faktor individu seperti status hidrasi (konsumsi air minum) ditemukan sebagai variabel pencegah yang paling krusial, meskipun terdapat variasi hasil pada faktor usia dan indeks massa tubuh (IMT) di beberapa studi. Kondisi kesehatan dan konsumsi obat-obatan juga diidentifikasi sebagai faktor risiko tambahan. Keluhan heat strain dipicu oleh interaksi antara lingkungan kerja yang panas dan kapasitas fisiologis pekerja yang tidak optimal. Disarankan adanya pengendalian teknis seperti perbaikan ventilasi untuk memastikan sirkulasi berjalan dengan baik dan kebijakan manajemen seperti pemenuhan hidrasi minimal 11 gelas sehari bagi pekerja berisiko terpajan panas serta penyediaan ruang istirahat yang sejuk untuk memitigasi risiko.

Downloads

Published

2026-05-21