Determinan Status Gizi Balita (BB/U) Usia 6-59 Bulan
Analisis Data Sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) Tahun 2014
DOI:
https://doi.org/10.70304/jmsi.v1i01.148Keywords:
Status gizi, Indonesia Family Life Survey (IFLS), Balita usia 6-59 BulanAbstract
Gizi pada lima tahun pertama kehidupan sangat penting karena pada masa ini perkembangan fisik dan perkembangan otak berkembang sangat pesat. Balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-59 bulan di Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi berdasarkan data sekunder IFLS tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan data sekunder Indonesia Family Liffe Survey (IFLS) tahun 2014. Sampel penelitian sebanyak 534 balita. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara kesehatan lingkungan (P value=0,003), pengeluaran sebulan (nilai p = 0,022) dengan status gizi balita, dan tidak ada hubungan antara frekuensi makan (Pvalue = 0,884), riwayat penyakit infeksi diare nilai p = 0,954), riwayat penyakit infeksi ISPA (nilai p = 0,873), pendidikan ibu (nilai p = 0,497), pengetahuan ibu tentang menyusui (nilai p = 0,328) dengan status gizi balita. Determinan yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-59 bulan di Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi berdasarkan data sekunder IFLS tahun 2014 yaitu kesehatan lingkungan dan pengeluaran sebulan.




