Hubungan Faktor Stimulus dengan Pengetahuan Terkait Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.70304/jmsi.v1i01.152Keywords:
Media Sosial, Pengetahuan, COVID-19Abstract
Informasi terkait pencegahan COVID-19 saat pandemi seperti bersumber dari media sosial sangat diperlukan. Informasi COVID-19 bersumber dari media sosial dapat tersebar dengan mudah dan membantu meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 275 responden masyarakat Kabupaten Bekasi usia 18-34 tahun. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu incidental sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial, paparan informasi, frekuensi mengakses informasi COVID-19, platform informasi, bentuk informasi dan penyedia informasi COVID-19 terhadap pengetahuan terkait pencegahan COVID-19. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara platform informasi yang sering digunakan dengan pengetahuan terkait pencegahan COVID-19 dengan pvalue sebesar 0,001. Namun, intensitas penggunaan media sosial (pvalue: 0,134), paparan informasi (pvalue: 0,785), frekuensi mengakses informasi COVID-19 (pvalue: 0,184), bentuk informasi (pvalue: 0,682) dan penyedia informasi COVID-19 (pvalue: 0,691) tidak memiliki hubungan terhadap pengetahuan terkait pencegahan COVID-19. Oleh Karena itu, disarankan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan informasi dan edukasi terkait pencegahan COVID-19 melalui berbagai platform media sosial agar mudah dijangkau oleh masyarakat Kabupaten Bekasi dari berbagai kalangan.




