Lingkungan dan Perilaku Kesehatan terhadap Kejadian Stunting pada Balita

Authors

  • Ipa Haryanti Malawat Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju
  • Risky Kusuma Hartono Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju
  • Astrid Novita Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju

DOI:

https://doi.org/10.70304/jmsi.v4i03.3

Keywords:

Balita, Gizi buruk, Stunting

Abstract

Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa. Anak stunting mengurangi kualitas SDM dan daya saing Nasional. Stunting  merupakan beban global menimbulkan masalah besar untuk banyak Negara termasuk Indonesia. Stunting adalah keterlambatan perkembangan fisik  tumbuh kembang anak disebabkan kekurangan gizi kronis mengakibatkan anak pendek  Z-score <-2SD.  Dampak Stunting gangguan perkembangan otak, fisik,  kognitif,  menurungnya produktivitas, Daya tahan tubuh melemah, mudah terinfeksi penyakit, masalah pada Kesehatan reproduksi dan hasil reproduksi ketika dewasa. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh status gizi, ekonomi, demografi, kondisi sakit  lingkungan dan perilaku Kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Leihitu Provinsi Maluku. Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  cross  sectional. Populasi  Balita di wilayah kerja Puskesmas Leihitu dengan sampel sebanyak 150 Balita. Pengumpulan data kuisioner wawancara langsung ke rumah balita. Hasil uji stastistik menunjukkan bahwa penghasilan ayah (nilai = 0,052),  pola makan (nilai p = 0,001), dan paparan asap rokok (nilai p = 0,012) berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Maka dapat disimpulkan ada hubungan penghasilan Ayah, pola makan, dan paparan asap rokok terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Leihitu Provinsi Maluku Tahun 2022.

Downloads

Published

2025-09-24

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.