Pengaruh Pola Gaya Hidup yang Tidak Sehat, Kurang Aktivitas Fisik dan Stres terhadap Penyakit Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.70304/jmsi.v5i02.124Keywords:
Aktivitas fisik, Gaya hidup tidak sehat, Hipertensi, StresAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama pada lansian dan banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang diambil secara random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi (nilai F = 18,472; nilai p < 0,001). Secara parsial, pola gaya hidup tidak sehat (nilai t = 4,812; nilai p < 0,001), stres (nilai t = 4,667; nilai p < 0,001), dan kurangnya aktivitas fisik (nilai t = 4,231; nilai p < 0,001) juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap hipertensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola gaya hidup tidak sehat, stres, dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tunjung Teja.




