Gambaran Perilaku Berpacaran pada Siswa SMA X Jakarta Barat

Authors

  • Putri Mulia Hayati Sibarani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Raihana Nadra Alkaff Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Narila Mutia Nasir Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Minsarnawati Tahangnacca Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Dela Aristi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.70304/jmsi.v1i01.150

Keywords:

Berisiko, Perilaku Berpacaran, Siswa SMA

Abstract

Pacaran merupakan salah satu pintu masuk untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Perilaku berpacaran yang mengarah kepada perilaku seksual dapat menyebakan berbagai masalah dan dampak kesehatan. Selain menyebabkan kehamilan tidak diinginkan, aborsi, dan infeksi menular seksual (IMS), perilaku seksual pranikah dapat menyebabkan dampak sosial lain, yaitu bagi remaja putri yang hamil maka akan berhenti sekolah, pertukaran peran menjadi orangtua, dikucilkan oleh lingkungan masyarakat, hingga penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku berpacaran pada siswa SMA X Jakarta Barat Tahun 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer, dengan total sampel berjumlah 128 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Variabel dependen yang dianalisis yaitu perilaku berpacaran, kemudian untuk variabel independen meliputi,jenis kelamin, pengetahuan, sikap, peran teman sebaya, peran media masa, dan peran orang tua. Hasil penelitian menyatakan sebesar 31,3% responden memiliki perilaku pacaran berisiko, yang diantaranya 30,5% berciuman bibir, 16,4% necking, 17,2% meraba/diraba organ sensitif, 10,2% petting, dan 10,9% sexual intercourse. Alasan responden melakukan perilaku tersebut saat berpacaran karena terjadi begitu saja 65,5% dan saling mencintai 25,0. Banyak pasangan yang melakukan aktivitas tersebut karena dapat membuat hubungan menjadi semakin hangat dan intim hingga mengakibatkan munculnya rangsangan-rangsangan seksual dalam diri individu.

Downloads

Published

2022-03-15

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.