Kuantifikasi Ketidakmerataan Praktik Pemberian Makanan Prelakteal di Indonesia (Analisis Data SDKI Tahun 2002-2017)
DOI:
https://doi.org/10.70304/jmsi.v2i03.161Keywords:
Health Equity Assessment Toolkit Plus (HEAT Plus), Ketidakmerataan, Pamberian makanan prelaktealAbstract
Praktik pemberian makanan prelakteal masih menjadi masalah yang harus diatasi Indonesia karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bayi. Meskipun persentase praktik pemberian makanan prelakteal sudah cenderung menurun, ketidakmerataan masih terjadi berdasarkan beberapa dimensi ketidakmerataan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantifikasi ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal di Indonesia dari tahun 2002 hingga tahun 2017 berdasarkan jenis kelamin anak, usia ibu, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, kunjungan ANC, IMD, dan penolong persalinan. Penelitian dilakukan dengan dasain studi cross-sectional menggunakan sumber data sekunder, yaitu SDKI 2002, 2007, 2012, dan 2017. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh ibu yang terpilih menjadi responden WUS dalam SDKI tahun 2002, 2007, 2012, dan 2017. Sampel yang digunakan merupakan WUS yang telah melahirkan anak terakhirnya dalam 2 tahun sebelum survei. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat yang merupakan analisis ketidakmerataan menggunakan aplikasi HEAT Plus. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketidakmerataan praktik pemberian makanan prelakteal masih terjadi pada dimensi pendidikan ibu, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, provinsi, IMD, dan penolong persalinan dengan tingkat ketidakmerataan yang berbeda-beda. Tren ketidakmerataan juga cenderung mengalami penurunan dari tahun 2002 hingga tahun 2017 pada hampir seluruh variabel.




